Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Pengerjaan Rabat Beton Di Desa Katulisan Lemah Dalam Hal Pengawasan

By On Sabtu, Mei 27, 2023



SERANG, KaratBanten.Com – Pembangunan rabat beton rehabilitasi ruas jalan Sentul-Kisarap, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Spek, kegiatan tersebut berlokasi di Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pasalnya, pembangunan jalan beton tersebut tidak sesuai semestinya, seperti yang terpampang di papan informasi. Dipapan tersebut hanya menunjukan nilai serta lamanya pengerjaan sehingga masyarakat banyak yang tidak mengetahui terkait pengerjaan rabat beton tersebut.

Agus rohman selaku ketua Marcab KKPMP menanggapi Terkait pengerjaan rabat beton tersebut yang menghabiskan uang negara cukup besar yakni kurang lebih sejumlah Rp. 3.060.000.000, namun hasil yang didapat menurut pandangan Agus Rohman sangat jauh dari kata layak jika melihat besarnya anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang tersebut menurutnya sangat tidak sesuai.

“Terlihat fakta di lapangan dikerjakan tidak banyak memakai besi, dan adapun besi yang dipakai ukuranya sangat kecil, rasanya kurang memenuhi sarat untuk digunakan dalam pengerjaan rabat beton tersebut,” Jelas Agus Rohman Ketua Marcab Ormas KKPMP Pamarayan, Kepada awak media (27/05/2023).

Untuk itu, lanjut Agus, dirinya meminta kepada pejabat pelaksana teknis kegiatan, agar melakukan pengecekan atau lebih memperhatikan fungsi pengawasan dalam kegiatan tersebut, agar pihak pelaksana akan lebih berhati-hati dalam memilih material yang digunakan untuk pekerjaan, hingga nantinya kualitas yang dihasilkanpun akan lebih maksimal.

Namun kenyataan yang di lihat oleh agus dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terkesan asal – asalan diduga, karena minimnya pengawasan oleh pihak terkait sehingga diduga pihak pelaksana mengerjakan proyek tersebut asal asalan. Terlihat pada saat agus melakukan invertigasi ke lokasi pekerjaan material yang di gunakan dalam proyek tersebut kurang memenuhi mutu standar.

“Dari hasil investigasi yang kami lakukan bahwa proyek pembangunan rabat beton yang dikerjakan oleh pihak pelaksana terkesan asal jadi, terlihat dari material yang di gunakan dan besarnya anggaran yang di glontorkan menurut kami itu sangat tidak layak, padahal jalan tersebut jika di kerjakan sebagaimana mestinya tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak, maka dari itu kami selaku aktivis meminta kepada pelaksana agar lebih serius dalam fungsi pengawasan, agar anggaran yang di kucurkan bisa di rasakan manfaatnya oleh Masyakarat, supaya anggaran tersebut tidak dijadikan lahan bacakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” Tegas Agus Rohman.

Untuk diketahui : proyek pekerjaan rehabitasi jalan Sentul-Kisarap tersebut dikerjakan oleh/pelaksana CV. Sinar Cahaya Abadi dengan Nomer kontrak : 620/05-PK.HS.5807245/SPK/RHB.STL-KSRP/KPA-BM/DPUPRR/2023, dan dengan sumber anggaran : APBD Kabupaten Serang.

Sampai berita ini ditayangkan pihak pelaksana yang mengerjakaan pekerjaan tersebut belum dapat di konfirmasi, adapun para pekerja proyek yang ada di lapangan enggan untuk memberikan keterangan terkait proyek rehabilitasi jalan Sentul-Kisarap.

(Rd/Red)

Fenomena Tenaga Kerja Asing di Banten, ini Penjelasan Imigrasi Serang

By On Jumat, Mei 26, 2023



Serang Kota, KaratBanten.Com - Terkait maraknya informasi tentang keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Negara Republik Indonesia menuai banyak kontroversi sehingga terbangun opini jika keberadaan mereka di Indonesia Ilegal atau tak memiliki izin maupun dokumen yang sesuai dengan perundang-undangan.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kelas I Non TPI Serang Hattor Tampubolon, S.H, mengatakan jika fenomena terkait keberadaan WNA tersebut juga terjadi di wilayah Provinsi Banten. Ia juga menjelaskan jika keberadaan WNA di Serang hampir serupa dengan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Minimnya informasi terkait prosedur dan perizinan bagi WNA di tanah air menjadi pemicu terjadi salah tafsir yang berakibat munculnya sejumlah opini tentang keberadaan mereka.

“Imigrasi memang menjadi instansi terakhir untuk bagi para WNA untuk mendapatkan izin tinggal. Namun kita filter kembali izin tinggal disini apakah mereka untuk bekerja atau berwisata atau hanya pelancong yang hanya ingin melihat langsung Indonesia seperti para investor dari luar Negeri,” ungkap Pria yang akrab disapa Hator tersebut.

Hator juga menegaskan jika izin yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi juga bukan serta-merta keputusan yang diambil secara sepihak tanpa mempertimbangkan dokumen-dokumen yang wajib dimiliki oleh pemohon (WNA) sebagai syarat wajib untuk mendapatkan izin tinggal di negara ini.

“Jika izin tinggal untuk bekerja, tentunya mereka harus melengkapi sejumlah dokumen dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, dan selanjutnya muncul lah rekomendasi dari Disnaker dan baru lah kami dari Imigrasi memberikan izin tinggal jika dokumen yang menjadi persyaratan kami nilai lengkap, ini untuk para Tenaga Kerja Asing (TKA),” jelas Hator.

“Dan prosedur seperti itu juga berlaku bagi WNA yang hendak berwisata atau pelancong. Tanpa terkecuali, sebelum mereka mengajukan untuk tinggal disini, kami akan cek terlebih dahulu dokumen yang mereka miliki. Baru kami putuskan untuk memberikan izin tinggal untuk bekerja, wisata atau lainnya,” tambah Hator.



Senada dengan Kepala Kantor Imigrasi Klas I Non TPI Serang Hasrullah,S.Sos. Usai dilantik pada tanggal 10 Januari 2023 kemarin, dirinya mengatakan jika di wilayah kerjanya sekarang merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi besar mendapatkan investor dari luar negeri. Mengingat Kota Serang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten yang merupakan Provinsi Penyanggah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

“Amanat Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) bahwa daerah harus mampu menarik Investor untuk membangun daerah guna mengurangi angka pengangguran di daerah serta meningkatkan ekonomi di daerah. Jadi tentunya kami dari Imigrasi akan memberikan pelayanan yang baik bagi para WNA terutama yang hendak menanamkan modalnya disini,” kata Lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Inteldakim Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan.

Hasrullah juga menegaskan jika pelayanan yang baik itu merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah tidak bisa ditawar lagi bagi para calon pemohon yang hendak mengurus dokumen keimigrasian.

“Memberikan pelayanan yang baik itu bukan berarti kami turut serta membantu meloloskan dokumen yang jelas tidak memenuhi persyaratan. Namun kami berupaya bersikap ramah-tamah dalam memberikan informasi dan memberikan penjelasan kepada pemohon, dan itu berlaku untuk seluruh pemohon yang datang ke kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, bukan hanya WNA saja,” tegas Hasrullah.

Sejak menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, Hasrullah juga mulai melakukan pendekatan emosional terhadap seluruh staff kantor serta memberikan pengarahan terkait Visi Misinya dalam membangun wilayah kerja yang tertib administrasi serta bebas dari korupsi.

“Baru beberapa bulan, masih melakukan penyesuaian dan pendekatan secara emosional. Agar dapat membangun suasana kerja yang nyaman, untuk melampaui target yang diinginkan,” pungkasnya. 

(Red/Adi Achonk)

Tak Punya Hati Nurani, Dirut PT Habba Jaya Akbar Diduga Lakukan Percobaan Pemerasan Terhadap Keluarga Pelaku Ranmor

By On Kamis, Mei 25, 2023



Serang, KaratBanten.Com – Bermula dari kejadian kasus kriminal pencurian sepeda motor milik Dirut PT Habba Jaya Akbar yang dilakukan anak dibawah umur berinisial AD, diwarnai dugaan aksi percobaan pemerasan bermotif uang denda dan ganti rugi.

Adapun tindakan pencurian yang dilakukan oleh AD bersama rekan nya yang berhasil kabur tersebut terjadi di depan kantor PT Habba Jaya Akbar, Jl. Raya Serang Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, tanggal 13 Mei 2023, sedangkan AD ditangkap warga lalu diserahkan kekantor polisi Polsek Kragilan Polres Serang.

Miris seperti tidak punya hati nurani, Meskipun 'Pak Harun' orang tua Pelaku sudah meminta maaf atas kenakalan anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMA dan sudah mengembalikan unit sepeda motor yang diambil, namun
Dirut PT Habba Jaya Akbar, perusahaan yang bergerak di outsourcing ini masih saja minta ganti rugi Rp.19.0000.000 dan denda Rp. 70.000.000 dengan beralih kerugian motor rusak dan waktu bisnis hilang karena kejadian motor dicuri.

Tak sampai disitu, Pak Harun orang tua pelaku sudah tidak sanggup, akan tetapi korban masih mengancam akan memberatkan pelaku yang sudah ditahan di Polsek Kragilan dan mengancam melaporkan orang tua Pelaku ke kantor polisi dangan alasan tidak bertanggung jawab membayar uang ganti rugi dan denda tersebut.

Dengan demikian, Pak Harun harus menanggung kemalangan nasib yang dialaminya, “mesti kemana saya cari uang segitu banyak, buat makan aja susah pak, kami berharap setelah kembalikan motornya nya berharap anak kami bisa di maafkan dan kembali bersekolah, malah saya d ancam mau di laporkan ke polisi dan anak saya kasus nya akan d beratkan” ujar Harun.

Sedangkan Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria saat dihubungi menjelaskan bahwa belum tau karena belum ada laporan dari Kapolsek Kragilan, pihaknya mengapresiasi ketika diceritakan motor sudah dikembalikan oleh orang tua korban, namun menyayangkan sikap korban masih minta ganti rugi.

“Bagus lah kalau unit motor yang d curi di kembalikan, tapi kenapa korban masih meminta ganti rugi, kan motornya sudah dikembalikan dan pelaku nya sudah di tahan, kalau ada perkembangan lain di info saja ya mas” singkat AKBP Yudha Satria.

Terpisah, Mukti Ali .SH., M.Kn. dari Kantor Advokat & Konsultan Hukum Sago MGP and Partner, ketika dimintai pendapat hukum tentang kejadian tersebut sangat menyayangkan sikap dari pihak yang merasa korban yang memaksakan keinginannya melakukan percobaan dugaan pemerasan terhadap orang tua pelaku.

"Padahal informasi nya motor yang di ambil itu sudah kembalikan utuh serta sudah seharusnya kesepakatan damai, kenapa mesti harus minta ganti motor yang baru senilai Rp 19.000.000, dan ganti kerugian imateril sampai Rp. 70.000.000, ini kan pelaku sudah mengembalikan dan meminta maaf artinya konsep Restorasi Justice sudah terjadi", tutur Mukti.

Karena adanya celah lalu pihak korban berubah pikiran dan memanfaatkan situasi. Seharusnya sudah selesai semuanya dengan damai.

"Jika memang tidak sepakat dari awal mustinya lanjutkan proses hukumnya baik perdata maupun pidana, bisa di upayakan dengan mengambil langkah hukum untuk menuntut ganti rugi melalui gugat keperdataan, Kalau seperti ini terus memaksa bisa menimbulkan kasus hukum baru dengan ada nya percobaan pemerasan terhadap orang tua Pelaku untuk memaksa minta ganti rugi yang ditentukan sendiri jumlahnya, Semoga ini menjadi edukasi hukum bagi masyarakat agar tidak selalu memaksakan kehendak", tutup Mukti.

Kado yang indah di Hari Kemenangan bagi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Serang

By On Sabtu, April 22, 2023



SERANG, KaratBanten.Com - Hari Raya Idul Fitri menjadi momen terpenting bagi umat muslim setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Pasalnya di hari kemenangan tersebut umat muslim dapat saling meminta dan memberi maaf kepada keluarga dan sesama  muslim lainnya atas segala kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidupnya.

Dalam kesempatannya, di hari raya ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang memberikan hadiah, berupa Remisi Khusus Idul Fitri 1444 Hijriah kepada sejumlah warga binaan terpilih. Sabtu (22/04/2023)



Kepala Rutan Kelas IIB Serang Prayoga Yulanda mengatakan ini merupakan kado yang sangat indah bagi Narapida ataupun Warga binaan Rutan Serang yang mendapatkan Remisi Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Tentunya mereka sangat bahagia, dihari kemenangan ini sebanyak 157 Warga Binaan Rutan Serang mendapatkan Remisi Idul Fitri, ada yang mendapatkan remisi  sebanyak 15 Hari dan 1 Bulan", ucap Prayoga.

DW salah seorang yang mendapatkan Remisi Khusus Idul fitri mengucapkan puji dan syukurnya atas hadiah yang diberikan kepadanya pada saat hari kemenangan.



“Kaget saya, dipanggil tadi pas selesai sholat. Terus dikasih tahu kalau saya dapat remisi idul fitri sebanyak 1 bulan,” Ujar DW saat dikonfirmasi.

DW juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Rutan yang sudah memberikan layanan terbaiknya, ia juga mengatakan jika bahagianya bertambah 1000 persen dikarena dikunjungi keluarganya pada saat lebaran.

“Nikmat sekali hadiah yang engkau berikan kepada hambamu Ya ALLAH, terimakasih banyak, walaupun saya sedang menjalani hukuman, tetapi masih diberikan kebahagiaan selalu dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi” ungkap DW.

Kapal FSO (Floating Storage and Offloading) Berdimensi 140.52 Meter Akan Dipotong

By On Rabu, Maret 29, 2023




SERANG, KaratBanten.Com - Barang Milik Negara Berupa Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Ardjuna Sakti terlihat melintas di Perairan Selat Sunda tepatnya di Wilayah Desa Mangunreja, Pulo Ampel Kabupaten Serang pada Rabu (29/3) siang.

Kapal yang memiliki Dimensi Panjang 140.52 Meter ini terpantau dipandu dengan sejumlah kapal Tugboat yang rencananya akan di bawa ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Harapan Tekhnik Sepyard (HTS) yang berada di Wilayah Cikubang Argawana, Pulo Ampel, Kabupaten Serang.

"Mau di Potong di HTS," Kata Sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (29/3/2023).

Sementara itu, Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten, Doni Reynaldi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait adanya rencana Penutuhan Kapal Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Ardjuna Sakti.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Kapal tersebut telah dioperasikan selama 29 tahun untuk penyimpanan gas alam yang telah diproses menjadi LPG.

Berdasarkan kronologisnya, pada tahun 2008, kapal tersebut diserahterimakan kepada Dirjen Migas KESDM, sebagaimana surat Menteri Keuangan Nomor S-202/MK.6/2008 tanggal 12 September 2008, karena telah selesai umur ekonomisnya dan diserahkan kepada negara.

Sejak tahun 2010, kapal FSO ini dinyatakan sudah tidak layak untuk dimanfaatkan dan dioperasikan, kondisinya rusak berat, tidak ekonomis untuk diperbaiki, sehingga Kementerian ESDM mengusulkan proses pemindahtanganan BMN melalui penjualan sejak tahun 2012.

Kapal FSO akan digunakan untuk mendukung program konversi dari BBM ke Gas, namun dalam perjalanannya, Kapal FSO Ardjuna Sakti, tidak dapat digunakan sebagai Floating Storage Gas, mengingat untuk perbaikannya memerlukan biaya yang sangat besar. Sejak pertama kali diserahkan, kapal FSO Ardjuna Sakti bersandar di Pelabuhan PT KBS Cilegon.

Biaya penambatan Kapal FSO tersebut telah membebani APBN, selama proses persetujuan penjualan oleh DPR, Kementerian ESDM tetap memiliki kewajiban untuk membayar biaya sandar setiap tahunnya.

Biaya tersebut yang telah dibayar selama tahun 2009 sampai dengan tahun 2020 berdasarkan hasil Audit dan Reviu BPKP sebesar Rp76 Milyar, sedangkan tagihan biaya sandar yang belum dibayarkan tahun 2021-2022 sebanyak Rp6,9 Milyar. Lebih lanjut, biaya sandar Kapal FSO Ardjuna Sakti tersebut telah menjadi temuan Audit BPK pada Laporan Keuangan Tahun 2019.

Nilai perolehan Kapal FSO ini dalam pembukuan BMN, bernilai Rp491.699.097.657,00 namun saat ini nilai bukunya sudah Rp0, sehingga proses persetujuan penghapusannya harus melalui DPR-RI. Mengingat berdasarkan PP Nomor 27 Tahun 2014 Jo. PP Nomor 28 Tahun 2020 pemindahatangan BMN selain tanah dan atau bangunan dengan nilai Rp100 Milyar dilakukan oleh pengguna barang.

Dihantam Angin Puting Beliung, Sejumlah Rumah Warga di Kabupaten Serang Rusak Parah

By On Selasa, Maret 21, 2023



Serang, KaratBanten - Angin puting beliung secara tiba-tiba melanda beberapa Desa ditengah hujan dan petir, di Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang, Banten mengakibatkan beberapa rumah warga porak-poranda.

Berdasarkan penuturan warga sekitar, cuaca ekstrim terjadi pada (20/03/2023) kemarin pukul 14.00 WIB. Beberapa rumah warga terdampak cuaca ekstrim tersebut mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat.



Salah satu lokasi terdampak di Kampung Ganggeng, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, ada rumah warga yang terdampak angin puting beliung tersebut hingga roboh rata dengan tanah.

Menurut penuturan warga setempat 'Risman' (34), "Kejadiannya berlangsung pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, saat itu sedang hujan disertai petir kemudian tiba-tiba angin sangat kencang menyusul mengakibatkan beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan, bahkan roboh rata dengan tanah dan banyak pohon tumbang," ujar Risman.



Risman menambahkan, "angin kencang yang tiba-tiba menerpa kampung tidak hanya terjadi sekali saja, namun kejadiannya berlangsung duakali, kronologi kejadiannya sama, tiba-tiba angin kencang melanda saat hujan disertai petir, namun yang sangat berdampak pada rumah warga itu terjadi saat sore hari sekitar jam 2," jelas Risman.

Akibat puting beliung di kampung Ganggeng, salah satu rumah bahkan sampai rata dengan tanah. Saat kejadian, pemilik sedang di dalam rumah dan hampir tertimpa bangunan rumah.
Untungnya, pemilik rumah selamat dari reruntuhan rumah tersebut dan untuk sementara waktu mengungsi ke Masjid.

Saat ini data kerusakan dan jumlah korban sedang dikonfirmasi ke Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang.


(G)

Perekaman E-KTP, WBP Rutan Serang Siap Sukseskan Pemilu 2024

By On Selasa, Maret 21, 2023



SERANG, KaratBanten.Com - Sebagai negara demokrasi, sudah sepantasnya negara Indonesia menjamin setiap warga negaranya dapat menggunakan hak suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih pemimpin yang dapat menjalankan roda pemerintahan selanjutnya.

Di Tahun 2024 mendatang, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu untuk memilih Calon Presiden, Gubernur, Bupati/Wlikota dan Legislatif yang dilakukan secara serentak atau bersamaan. Untuk itu pendataan jumlah pemilih sangatlah penting guna memastikan seluruh warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih terdata dan dapat menggunakan hak suaranya.

Tak terkecuali bagi warga negara Indonesia yang sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Walaupun masih menjalani hukuman Warga Binaan Pemasyarakatan masih merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak dalam pemungutan suara pada Pemilu 2024 mendatang.



Di Rutan Kelas IIB Serang puluhan WBP melakukan pemutakhiran data dan perekaman E-KTP, agar masing-masing WBP di Rutan Serang memiliki identitas yang sah sebagai dasar persyaratan sebagai pemilih di Pemilu 2024. Selasa (21/03/2023).

"Rutan Kelas IIB Serang bekerjasama dengan Disdukcapil Kota dan Kabupaten Serang untuk melaksanakan perekaman E-KTP sebagai pemenuhan hak bagi WBP dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang," Kata KA Rutan Kelas IIB Serang Prayoga Yulanda. 

Perekaman E-KTP melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota Serang dengan merujuk data berdasarkan berkas penahaman kepolisian yang dilampirkan saat WBP diserahterimakan oleh pihak Kepolisian ke Rutan Serang.



"Kegiatan ini dalam rangka pemutakhiran data NIK Warga Binaan untuk mengsukseskan pemilu tahun 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 62 WBP dengan keterangan 26 domisili Kabupaten Serang, 23 Domisili Kota Serang dan 13 Berdomisili diluar Disdukcapil kabupaten dan kota serang," jelas Prayoga.

Dengan dilakukannya pemutakhiran data dan perekaman E-KTP ini, Rutan Kelas IIB Serang turut serta berkontribusi dalam mensukseskan Pemilu 2024 dengan memastikan seluruh WBP yang memenuhi persyaratan sebagai Pemilih di Pemilu 2024, dapat menggunakan hak suara mereka untuk menentukan pemimpin negara Indonesia di 5 tahun yang akan datang.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *