Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Peningkatan Sinergi dan Pelayanan Prima: Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang Mengadakan Rapat Tim Pora



Serang, KaratBanten.Com - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang menyelenggarakan rapat Tim (Pengawasan Orang Asing) PORA tingkat Kabupaten, Selasa (27/6/2023). Rapat yang digelar di Aula salah satu Hotel di Kramatwatu Serang ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas, koordinasi dan sinergi antara kementerian dan stakeholder dalam pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA).

Dalam upaya pelayanan prima kepada masyarakat baik WNA maupun WNI, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI akan segera meluncurkan aplikasi terpadu. Hal ini demi mempermudah masyarakat yang tidak dapat datang ke Kantor Imigrasi.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Kemenkumham Kabupaten Serang Ujo Sujoto mengungkap, pihaknya  telah sejak lama merencanakan peluncuran aplikasi tersebut. Sebagai bagian dari pelaksanaan pelayanan prima kepada masyarakat, baik WNA maupun WNI.

“Salah satu contohnya adalah aplikasi 'Jemput Bola'. Misalnya, jika ada masyarakat yang tidak dapat datang ke kantor karena alasan sakit, mereka dapat menggunakan aplikasi ini. Petugas akan datang ke Rumah Sakit untuk memberikan layanan. Seperti pembuatan passport atau perijinan tinggal bagi WNA,” Kata Ujo Sujoto.

Selain itu, lanjutnya, bagi warga yang berlokasi jauh dan ingin melaksanakan Umrah atau keperluan lainnya, secara kolektif dengan program simpassport atau simpati juga dapat memanfaatkan aplikasi ini. Nantinya, Tim staf di Kantor Imigrasi akan menangani jadwal kedatangan pelayanan tersebut.

Untuk saat ini aplikasi tersebut sudah tersedia. Hanya saja, masih memerlukan penanganan manual dengan mengunjungi Kantor Imigrasi dan melakukan appointment.



Dalam hal pelanggaran di wilayah Serang, Ujo Sujoto mengungkapkan bila Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang sudah mengambil tindakan tegas, terhadap beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh WNA. Termasuk pelanggaran Overstaying atau melebihi batas waktu tinggal di Indonesia seperti yang dilakukan oleh enam WNA asal Nigeria dan Cina.

Terkait dengan pelanggaran lain, Ujo Sujoto mengungkapkan pihaknya telah mengantisipasi beberapa kasus. Seperti di Lebak misalnya. Di mana ada WNA yang perilakunya meresahkan masyarakat. “Kami telah mengambil tindakan dengan mengamankan mereka di Rumah Detensi. Ada juga beberapa yang dipulangkan atau dideportasi ke negara asalnya oleh Rumah Detensi."

Ujo Sujoto juga menginformasikan bila saat ini sudah dibuat aplikasi 'Apoa Jawara'. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk memantau jumlah WNA yang tinggal di hotel atau wisma milik perusahaan di Banten. Serta kegiatan mereka dan status izin tinggal di Indonesia.

"Kami meminta partisipasi masyarakat dalam pengawasan terhadap WNA karena hal ini merupakan tugas semua elemen masyarakat. Jika ada WNA yang meresahkan atau mencurigakan, masyarakat diminta untuk segera melapor," tutupnya.

Contohnya, jika ada WNA yang tinggal di komplek perumahan dengan perilaku yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat, ini perlu diantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat adanya keterlibatan WNA terkait produksi narkoba di kawasan perumahan.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *