Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Cepi Safrul Alam Terpilih Menjadi Ketua MAJ Provinsi Banten



SERANG, KaratBanten.Com - Drs H Cepi Safrul Alam M.Si terpilih menjadi Ketua Masyarakat Agribisnis Jagung (MAJ) Provinsi Banten secara aklamasi periode masa bakti 2023-2028 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) MAJ di Serang, Rabu (31/5/2023).

Dengan terpilihnya Cepi, diharapkan dapat meningkatkan inovasi serta kesejahteraan petani khususnya di sektor pertanian jagung.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum MAJ, Tatang Nashiri Al-Royani. Dikatakannya, dari 59 perusahaan besar yang membutuhkan suply jagung terbesar di Indonesia, 12 di antaranya berada di wilayah Banten. Ironisnya, selama ini dari kebutuhan tersebut Banten sendiri hanya mampu memenuhi 0.02 persennya saja.

"Yang menjawab kebutuhan pasar tersebut justru didominasi wilayah-wilayah lain seperti Lampung dan Jawa Tengah. Ini kan ironi di tengah potensi Banten sebagai daerah yang lahan pertaniannya masih cukup luas,” papar dia.

Senada dengan Tatang, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MAJ, Diah Indarti menyampaikan dengan pendampingan dari MAJ, peningkatan produksi panen jagung di Banten naik hingga 200 persen.

"Di beberapa wilayah di Kota Serang, Pandeglang dan Lebak, kami berhasil menaikkan produksi pertanian jagung warga hingga dua ratus persen. Yang biasanya di lahan seluas satu hektaran hanya mampu paling banyak 3-4 ton, hasil panen kami mencapai 9 ton," katanya.



Angka tersebut terbilang fantastis mengingat Banten belum pernah berani menargetkan hingga 80 ribu ton hasil produksi jagung seperti tahun ini. "Kami optimis target tersebut akan tercapai. Hasil panen jagung masyarakat Banten mengalami peningkatan jauh baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya," ujar Diah.

Terpisah, Ketua MAJ Banten terpilih, Cepi Safrul Alam bersyukur atas peningkatan pesat hasil produksi panen masyarakat yang bertanam jagung. Sebab ini artinya juga peningkatan kesejahteraan para petani.

"MAJ memenuhi janjinya untuk mendampingi para petani jagung hingga terjadi Supply Chain (rantai kegiatan mulai dari produksi hingga distribusi, red) yang baik. Hal ini berhubungan erat dengan kesejahteraan para petani. Bila selama ini informasi mengenai spesifikasi jagung skala bussiness market sangat minim, kini petani tahu dan paham ke mana mereka dapat menjual jagungnya bila kualitas produksi sudah sesuai,” ucap Cepi.

Meski hingga Akhir Mei hasil produksi panen jagung dari para petani jagung binaan MAJ baru mencapai dua puluh ribu ton, Cepi optimis angka 80 ribu akan tercapai di akhir tahun. "Sepertinya hasil produksi jagung di wilayah Banten akan terus membaik. Sekarang, tidak lagi petani bingung mau menjual panennya ke mana. Hasil produksi mereka sudah ditunggu," kata dia.

Terkait kepengurusan MAJ, saat ini pihaknya sudah membentuk tim formatur yang terdiri dari dia dan 4 orang lainnya perwakilan setiap daerah yaitu Asep Suhara, Muhammad Yusron, Komardin dan Abdas Maulana. Dalam waktu dekat tim formatur ini akan merumuskan susunan kepengurusan, AD/ART hingga ProKer MAJ ke depannya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *